Selasa, 17 Mei 2022

 AKSI NYATA MODUL 3.1 a 10

PENGAMBILAN KEPUTUSAN YANG BERPIHAK PADA ANAK

ERNI NURNANINGSIH SMP N 1 SALAM CGP ANGKATAN 4 KAB. MAGELANG

Fasilitator Drs. Amik Setiaji, M. Pd.

Pengajar Praktik Euis Rosmalina, S. Pd. Gr

https://youtu.be/9KWY5roI5mA

                                        



1.Fact/ Peristiwa

Latar Belakang 

Alhamdulilah saya adalah guru yang diterima di SMP N 1 Salam dari jalur PPPK . Berada di sekolah ini belum genap satu minggu. Saya baru melihat dan mengamati dan mendengarkan apa yang menjadi percakapan diantara teman sejawat juga mengamati perbincangan antara murid dengan murid dan perbincangan murid dengan guru. Sambil mendengarkan apa yang dibicarakan dan dibahas. Saya sambil berpikir kira kira apa yang bisa ambil untuk menjadi aksi nyata . Hal ini perlu saya lakukan karena saya belum mengenal kondisi sekolah baik rekan kerja, murid, KS karakter yang melekat dalam jiwa mereka serta permasalahan yang muncul. Ada sesuatu yang kemudian mengenai perbincangan rekan rekan. Yaitu terkait murid kami sebut saja namanya Davi. Davi ini belum menyelesaikan Ujian sekolah Hal ini menurut saya sesuatu yang menarik hati untuk saya jadikan Aksi Nyata karena pembelajaran yang saya dapat dalam PPGP membahas pengambilan keputusan yang berpihak pada anak, 

Alasan saya melakukan Aksi Nyata

1.Tugas dan Kewajiban sebagai Calon  Guru Penggerak . Sebagai Calon Penggerak kami berkewajiban untuk melakukan aksi Nyata yang harus kami lakukan setelah kami menylesaikan satu modul 

2.Menerapkan ilmu yang didapat dalam PPGP. Ilmu yang kami dapat ini tidak akan bermanfaat bila tidak kami terapkan dalam pembelajaran di sekolah. Oleh karena itu kami mencoba menerapkan di sekolah agar bermanfaat dan berguna untuk pemanfaatan pembelajaran di sekolah. Dengan harapan apa yang kami lakukan menjadi praktik baik yang bisa ditiru oleh teman teman yang lain.

3.Pembelajaran daring memunculkan permasalahan bagi murid . Pembelajaran daring ini menyebabkan berbagai permasalahan bagi murid murid karena mereka belum siap menghadapinya. Baik dari anak itu sendiri maupun orang tua yang belum siap untuk mendampingi anak anaknya, Hal ini menyebabkan ada beberapa  anak  yang dalam mengerjakan dan mengumpulkan tugas kurang tepat.

4.Membantu guru dan murid untuk menyelsaikan permasalahan Pembelajaran daring ini juga menimbulkan permasalahan bagi guru dan murid, Hubungan guru dan murid menjadi kurang harmonis. Di satu sisi guru ingin agar anak anak tertib dalam menjalankan tugas dan kewajiban yang harus dilaksanakan. Namun di sisi yang lain ada beberapa anak yang kurang tertib dalam mengerjakan dan mengumpulkan tugas, Dua sisi ini harus dimediasi agar hubungan menjadi tetap harmonis,

5. Kepedulian pada murid agar mereka bisa mencapai wajib belajar 9 tahun Sesuai dengan amanat dari Undang Undang maka sesuai dengan program wajib belajar bahwa wajib belajar 9 tahun harus tercapai,

Hasil Aksi Nyata

1.Terpenuhinya tugas dan kewajiban sebagai Guru Pengerak untuk melakukan Aksi Nyata. 

2. Terwujudnya program belajar 9 tahun sehingga anak semua lulus.

3. Hubungan guru dan murid menjadi harmonis. 

4. Masa depan anak terselamatkan 

5.Tidak ada yang dirugikan. Benar lawan benar

2.Feeling / Perasaan

Bingung karena ada di sekolah baru tak tahu harus memulai dari mana, Saya baru berada di sekolah baru sejak 26 April 2022 jadi belum mengenal segala sesuaatu di SMP Negeri 1 Salam  dari para senior juga dari rekan sejawat. Lingkungan juga belum mengenal, Karateristik murid murid dengan segala kelebihan dan kekurangan yang melekat dalam diri mereka belum dapat saya mengerti, Berbagai kebingungan mewarnai perasaan saya untuk melaksanakan Aksi Nyata modul 3,1 ini

Takut dan khawatir harus konsultasi kepada siapa , Sebagai orang baru tentunya saya mempunyai. perasaan yang kurang percaya diri juga takut  untuk menyampaikan harapan saya juga kewajiban saya bahwa saya harus menjalakan aksi nyata di SMP N 1 Salam. Kepada siapa saya harus berkonsultasi, berkolaborasi, serta bekerja sama dalam menjalankan aksi nyata ini. Selain itu saya juga khawatir kalau saya sampai due date tidak bisa menjalankan aksi nyata maka saya akan sangat merasa rugi dengan saya tidak bisa menyelesaikan aksi nyata ini

 Kasihan dengan adanya dilema etika yang muncul terhadap anak anak dan Guru, Mendengarkan pembahasan antara guru dan murid di ruang guru tentu menimbulkan tersendiri dan ingin memberikan penerapan terhadap ilmu yang saya dapat dalam PPGP ini 

Semangat berkat dukungan dan dorongan yang besar dari KS, Waka teman teman senior . serta teman sejawat dan murid murid Bahagia dan bangga bisa menjalankan Aksi Nyata. Semua rasa yang paling membahagiakan adalah setelah saya menyampaikan kepada Ibu Wali Kelas IX, Guru BK,  Waka Kurikulum semua memberikan dukungan dan motivasi yang luar biasa untuk saya dalam menjalankan aksi nyata ini terima kasih untuk bantuan dan dukungan yang besar serta kerjasama yang baik untuk saya sebagai guru baru dalam membantu melaksanakan aksi nyata di  SMP N 1 Salam

3.Finding / Pembelajaran

Dalam menghadapi suatu permasalahan maka perlu dianalisis terlebih dahulu apakah itu bujukan moral atau dilema etika. Bukan sesuatu yang mudah bila di sekolah tentunya menghadapi banyak persoalan maka tugas kita adalah melakukan identifikasi apakah itu bujukan moral atau dilema etika. Bujukan moral adalah bila permasalahan yang muncull adalah benar lawan salah. Bila permasalahan yang muncul adalah benar lawan benar. Hal ini penting agar kita dalam pengambilan keputusan tepat.

Mengenal dan memahami dilema etika maka akan memudahkan kita untuk mengambil keputusan yang berpihak pada anak. Dalam pengambilan ada 4 dilema paaradigma yang harus kita ketahui , yakni:

1.Individu lawan masyarakat (individual vs community)

2. Rasa keadilan lawan rasa kasihan (justice vs mercy)

3. Kebenaran lawan kesetiaan (truth vs loyalty)

4. Jangka pendek lawan jangka panjang (short term vs long term)

Dalam mengambil sebuah keputusan hendaknya berpihak pada anak. Pandanglah dalam mengambil keputusan menurut sudut pandang anak, pahamilah apa yang menjadi keinginan dari anak. Dengan demikian kita berusaha untuk mewujudkan keinginan dan harapan dari anak

Pengambilan keputusan yang berpihak pada anak akan tercermin dari seorang pendidik yang mempunyai jiwa menuntun sesuai amanah KHD 

Dalam pengambilan keputusan ada 9 pengambilan keputusan yang harus diambil sebagai acuan yakni

1.Mengenali nilai yang saling bertentangan 

2.Menentukan siapa yang terlibat

3 Kumpulkan fakta yang relevan

4. Pengujian benar atau salah 

5. Pengujian paradigma benar lawan benar 

6.Melakukan prinsip resolusi investigasi 

7..Opsi trilema 

8. Buat Keputusan 

9.Lihat lagi keputusan dan refleksikan

4. Future/Penerapan

Kenali Bujukan Moral atau dilema etika? Dalam kasus yang angkat di SMP Negeri 1 Salam ini adalah terjadi dilema etika yakni benar lawan bena

Termasuk paradigma apa? Dilema  etika yang kami ambil dalam menyelesaikan ini adalah Rasa keadilan lawan rasa kasihan (justice vs mercy)

Sembilan langkah pengambilan keputusan yang kami gunakan adalah sebagai berikut

1.Mengenali nilai yang saling bertentangan . 

Ada dua kebenaran yang kami temukan dalam kasus ini. Kebenaran yang pertama Undang Undang yang menangungi bahwa Pemerintah harus melaksanakan wajib belajar 9 tahun. Dalam hal ini Guru sebagai kepanjangan tangan dari Dinas Pendidikan tentunya harus melaksanakan program tersebut.Kebenaran yang kedua adalah bahwa anak adalah merupakan aset bangsa yang harus kita jaga agar nanti berguna bagi masa depan murid tersebut pada khususnya dan mencerdaskan bangsa pada umumnya

2.Menentukan siapa yang terlibat

yang terlibat dalam kasus ini adalah 

Murid: Muhammad Davi Fauzan  kelas IX B

Orang tua dari Davi

Wali Kelas IX  B yakni Ibu Ibu Dani Ari Wahyuni, S. Pd

Guru BK yakni Bapak Dahiman S. Pd

Guru mata pelajaran di SMP Negeri 1 Salam

Waka Kurikulum yakni Bapak Suroto, S. Pd

Koordinator Kurikulum yakni Bapak Tri Maryanto

Kepala Sekolah yakni Bapak Sutrisno, S. Pd

3 Kumpulkan fakta yang relevan

Davi pada awalnya adalah anak yang sama sperti anak yang lainnya awal masuk sekolah masih tertib

Davi pernah belajar di pesantren. Hal ini setelah diminta untuk melaksanakan praktik PAI sholatnya benar dan bisa mengaji

Pembelajaran daring menyebabkan dia sering tidak memperhatikan pelajaran sehingga sering telat dalam mengumpulkan orang tuanya.

Selama pembelajaran daring ini Davi banyak bergaul dengan anak anak di luar SMP N 1 Salam.

Perceraian dengan orang tuanya membuat Davi terganggu.

Ibu tiri Davi selalu mendampingi Davi dengan semangat termasuk sangat kooperatif ketika Davi melaksanakan banyak ujian praktik yang tertunda sehingga ibunya harus menunggu.

4. Pengujian benar atau salah 

Apakah ada aspek pelanggaran hukum dalam situasi tersebut? (Uji legal) Dalam hal ini tidak ada pelanggaran hukum 

Apakah ada pelanggaran peraturan/kode etik profesi dalam kasus tersebut? (Uji regulasi) Dalam hal ini ada pelanggaran yang dilakukan oleh Muhamad Davi  yakni dia tidak memenuhi kewajibannya sebagai pelajar yaitu tidak mengerjakan tugas dan tidak mengumpulkan tugas. Serta tidak menyelesaikan Ujian praktik dan Ujian Sekolah

Berdasarkan perasaan dan intuisi Anda, apakah ada yang salah dalam situasi ini? (Uji intuisi) Ada hal yang salah dalam menghadapi situasi ini karena Muhammad Davi  sudah melalaikan kewajibannya. Demikian juga orang tuanya kurang memberikan kontrol kepada Muhammad Davi , apalagi pembelajaran daring pendampingan belajar banyak dilakukan oleh orang tuanya. Juga penyelesaian dalam melaksanakan ujian praktik dan tulis

Apa yang anda rasakan bila keputusan Anda dipublikasikan di halaman depan koran? Apakah anda merasa nyaman? Saya tidak mengiizinkan masalah ini menjadi konsumsi publik. Sangat mengganggu sekali karena kasihan nasib Muhammad Davi

Kira-kira, apa keputusan yang akan diambil oleh panutan/idola Anda dalam situasi ini? Panutan yang saya ambil adalah jika saya menjadi orang tua Muhammad Davi  maka sebagai orang tua saya tetap akan mengusulkan dan mengusahakan agar Muhammad Davi bisa naik kelas.

5. Pengujian paradigma benar lawan benar 

 Pengujian benar lawan benar yang kami lakukan adalah Rasa keadilan lawan rasa kasihan (justice vs mercy)  Kebenaran yang pertama i kami harus menegakkan kebenaran artinya bahwa sebagai seorang murid harus memenuhi dan menyelsaikan kewajiban selama dia bersekolah yakni mengikuti pembelajaran dan mengumpulkan tugas serta menyelesaikan kewajibannya yaitu melaksanakan ujian praktik dan tulis. Kebenaran yang selanjutnya adalah berbasis rasa kasihan apa yang akan terjadi bila anak tersebut tidak diluluskan salah satunya adalah bahwa anak itu akan putus sekolah bahkan dimungkinkan dan dikhawatirkan akan bergaul dengan komunitas yang kurang baik. 

Kebenaran yang kami gunakan selanjutnya adalah Jangka pendek lawan jangka panjang (short term vs long term) Kami berharap dengan kami mengambil keputusan ini maka ke depannya akan menyelamatkan nasib anak bangsa. 

6.Melakukan prinsip resolusi investigasi

Prinsip pengambilan keputusan yang kami ambil adalah  Berpikir Berbasis Rasa Peduli (Care-Based Thinking). Karena begitu besarnya kepedulian dari Bapak Ibu Guru di SMP N 1 Salam untuk membantu Muhammad Davi agar dia mampu menyelesaikan kewajiban yang selama ini belum dilaksanakan maka kami siap mendamingi Muhammad Davi untuk menyelesaikan.

7..Opsi trilema 

Apakah ada sebuah penyelesaian yang kreatif dan  tidak terpikir sebelumnya untuk menyelesaikan masalah ini (Investigasi Opsi Trilemma)? Ada dan ini akan muncul jika kami tiba tiba mengadakan komunikasi baik dengan Muhammad Davi  itu sendiri. Dengan orang tua Muhammad Davi  guru guru mata pelajaran serta dengan Guru Bk, wali kelas dan KS semua duduk dalam satu meja untuk membantu menyelesaikan persoalan ini






8. Buat Keputusan Keputusan yang kami ambil sudah bulat yakni tetap memberikan kesempatan kepada Muhammad Davi untuk lulus dengan syarat yakni Muhammad Davi menyelesaikan semua kewajibannya baik tugas tugas yang belum dilakukan maupun denganmenyelesaikan ujian praktik dan tulis dengan pengawalan dari CGP yakni dengan melakukan coaching baik terhadap Muhammad Davi maupun terhadap orang tua dari Muhammad Davi, wali kelas, Guru BK, Semua bapak Ibu akan memebantu dalam menyelesaikan tugas tugasnya. Tentunya dengan pengawasan dari Waka Kurikulum dan Kepala Sekolah


 .

9.Lihat lagi keputusan dan refleksikan

Kami tetap akan memberikan kesempatan kepada Muhammad Davi untuk lulus dengan syarat menyelesaikan semua kewajiban yang belum diselesaikan. Hal ini kami lakukan agar berguna di kemudian hari terhadap aset anak bangsa yang perlu diselamatkan.

Dokumentasi Kegiatan

















Terima kasih masih banyak kekurangan salam Guru Penggerak Indonesia maju














Rabu, 04 Mei 2022

 3.1.a.7. Demontrasi Kontekstual -Pengambilan Keputusan sebagai pemimpin pembelajaran

Erni Nurnaningsih SMP N 1 Salan 

CGP Angkatan 4 Kab. Magelang


 

 

Alhamdulilah wa syukurillah itu adalah kata yang selalu saya panjatkan kehadirat Alloh S. W. T atas semua nikmat dan karunia yang telah anugerahkan kepada saya. Diantara nikmat yang Alloh anugrahkan kepada saya adalah nikmat sehat dan semangat yang membara sehingga saya bisa mengikuti kegiatan Guru Penggerak ini sampai sekarang sudah memasuki modul 3.1. Banyak rintangan dan hambatan serta tantangan yang harus saya lalui. Kerikil tajam dan onak duri tentunya mewarnai perjalanan kami bersama teman teman CGP yang lain. Semua tantangan ini menjadi semakin hebat  dan semakin menyalakan untuk menyongsong kami menggapai impian menjadi Guru Penggerak. Sebagai bentuk tanggung jawab kami dalam pengikuti PPGP. Semua rasa malas, rasa capai, rasa lelah harus kami lawan di tengah segala keterbatasa kami. Kami harus pandai pandai dan cakap dalam membagi waktu antara mengerjakan kewajiban  sebagai pendidik yang tidak boleh ditinggalkan disamping ada kewajiban tambahan yang melekat pada tugas tigas yang diampu, Juga kewajiban dalam melaksanakan dan menyelesaikan PPGP. Apalagi sebagai seorang muslim kita juga dalam suasana bulan Romadlon bulan penuh ampunan yang ditunggu oleh umat islam. Betul betul penerapan dilema etika. Ilmu yang baru saja dipelajari dalam PPGP ini betul betul harus diterapkan dan diterapkan dalam situasi yang terjadi saat ini. Ilmu yang saya dapatkan dalam PPGP ini tentunya  besar sekali manfaat  yang bisa saya ambil. Mulai dari modul 1 sampai modul 3. tinggap beberapa langkah untuk menyelesaikan dengan baik.

 

Salah satu materi yang saya pelajari dalam program guru penggerak ini adalah pengambilan keputusan. Sebagai pendidik kita sering kali diperhadapkan pada situasi dimana kita harus mengambil keputusan yang tepat. Dalam modul 3.1 itu dijelaskan, ada yang namanya dilema etika dan bujukan moral Apa itu dilema etika dan bujukan moral? berikut penjelasannya.

Dilema etika itu adalah kondisi dimana seseorang harus mengabil salah satu keputusan dari benar dan benar, ini sulit karena keduanya sama-sama benar. Dilema etika ini dikategorikan menjadi 4 yaitu:.

1. Individu lawan masyarakat (individual vs community)

Dalam paradigma ini ada peratentangan antara individu yang berdiri sendiri melawan sebuah kelompok yang lebih besar di mana individu ini menjadi bagianya . bisa juga konflik antara kepentingan pribadi melawan kepentingan orang lain atau kelompok kecil melawan kelompok besar. 

2. Rasa keadilan lawan rasa kasihan (justice vs mercy)

Dalam paradigma ini ada pilihan antara mengikuti aturan tertulis atau tidak mengikuti aturan sepenuhnya. Pilihan yang ada adalah memilih antara keadilan dan perlakuan yang sama bagi semua orang di satu sisi, dan membuat pengecualian karena kemurahan hati dan sayang di sisi lain.

3. Kebenaran lawan kesetiaan (truth vs loyalty)

Kejujuran dan kesetiaan seringkali menjadi nilai nilai yang bertentangan dalam situasi dilema etika .Kadang kita perlu untuk membuat pilihan antara perilaku jujur dan setia atau bertanggung jawab kepada orang lain. Apakah kita akan jujur menyempaikan informasi berdasarkan fakta atau kita akan menjunjung nilai kesetiaan pada profesi, kelompok tertentu, atau komitmen yang telah dibuat sebelumnya.

4. Jangka pendek lawan jangka panjang (short term vs long term)

Paradigma ini paling sering terjadi dan mudah diamati. kadang perlu untuk memilih antara yang kelihatanya terbaik untuk saat ini dan yang terbaik untuk masa yang akan datang. Paradigma ini bisa terjadi di level personal dan permasalahan sehari hari, atau pada level yang lebih luas misalnya pada isue isue dunia secara global, misalnya lingkungan hidup dan lain lain

Berdasaran diagram di atas, pengambilan keputusan dibagi atas 3 macam yaitu:

1. Berfikir berbasis hasil akhir (End Based Thingking)

2. Berfikir Berbasis Rasa Peduli ( Care Based Thingking)

3. Berfikir Berbasis Peraturan (Rule Based Thingking)

3 prinsip pengambilan keputusan tersebut dapat digunakan untuk memetakan permasalahan yang sedang terjadi, sehingga dapat meminimalisir kesalahan-kesalahan yang dapat di timbulkan. Untuk mendapatkan keputusan terbaik, perlu dilakukan pengujian-pengujian. hal ini dapat dilakukan dengan menerapkan 9 langkah pengujian pengambilan keputusan, yaitu:

1. Menggali nilai-nilai yang bertentangan

2. Mengidentifiasi siapa yang terlibat

3. mengumpulan fakta-fakta yang relevan

4. pengujian benar atau salah

5. Buat keputusan

6. Identifikasi opsi trilema

7. melakukan prinsip resolusi

8. Paradigma pengujian benar lawan benar

9. lihat lagi keputusan dan refleksikan.

Bagaimana Anda nanti akan mentransfer dan menerapkan pengetahuan yang Anda dapatkan di program guru penggerak ini di sekolah/lingkungan asal Anda? 

Saat ini saya pindah sekolah. Dari semula SMP Muh Ngluwar sekaarang menjadi pendidik di SMP 1 Salam. Dengan berpindahnya unit kerja tersebut tentunya memerlukan suatu pemikiran tersendiri sebagi seorang Calon Guru Penggerak. Hal pertama yang saya lakukan adalah ketika memperkenalkan diri kepada Bapak  KS, Wakil Kepala Sekolah dan rekan rekan sejawat saya memperkenalkan diri sebagai seorang CGP Angkatan 4 Kabupaten Magelang.  Saya di sini harus belajar untuk menyesuaikan diri dengan baik, sebagai seorang CGP saya harus menjadi contoh dan teladan serta role model yang akan diamati dan ditiru oleh teman teman yang lain dengan demikian maka harus bisa menerapkan ilmu yang saya dapatkan dalam PPGP ini dengan baik.  Baik dalam tingkah laku maupun dalam perbuatan sehari sehari baik sebagai seorang pendidik maupun secara personal.

Apa langkah-langkah awal yang akan Anda lakukan untuk memulai mengambil keputusan berdasarkan pemimpin pembelajaran?

1. Melakukan diskusi ringan dengan teman sejawat saya mengenai permasalahan apa yang tengah dan sering mereka hadapi di sekolah, baik dengan siswa ataupun masalah dalam pekerjaannya

2. Memetakan permasalahan yang sedang dihadapi atau yang sedang terjadi di sekolah, apakah termasuk dilema etika atau bujukan moral

3. Meminta izin kepada kepala sekolah untuk mengadakan sosialisasi kepada rekan-rekan sejawat, dan mengagendakan waktu pelaksanaannya, sehingga mengganggu jam wajib guru.

4. melakukan sosialisasi kepada rekan-rekan sesama guru mengenai langkah-langkah pengambilan keputusan sebagai pemimpin pembelajaran.

5. Mendampingi teman sejawat dalam penerapan pengambilan keputusan berdasarkan dilema yang sedang mereka hadapi.

6. melakukan evaluasi mengenai sejauh mana pemahaman teman sejawat mengenai sosialisasi yang telah saya lakukan.

Mulai kapan Anda akan menerapkan langkah-langkah tersebut, hari ini, besok, minggu depan, hari apa? Catat rencana Anda, sehingga Anda tidak lupa.

Segera setelah urusan saya baik urusan  administrasi dengan sekolah lama , maupun kewajiban saya sebagai pendidik diselesaikan. Saya akan berkoordinasi dan meminta izin kepada KS dan  Waka untuk menentukan waktu yang tepat. Paling lama ketika murid murid melakukan PAT

Siapa yang akan menjadi pendamping Anda, dalam menjalankan pengambilan keputusan sebagai pemimpin pembelajaran? Seseorang yang akan menjadi teman diskusi Anda untuk menentukan apakah langkah-langkah yang Anda ambil telah tepat dan efektif.

Yang pertama adalah pengajar praktik yaitu Ibu Euis Rosmalina, S. Pd. Gr yang selalu mendampingi kami, Teman CGP tempat kami bertukar pikiran  sehingga bisa saling memberikan umpan balik atau releksi dari semua praktik baik yang telah kami laksankan, Waka Kurikulum sebagai senior yang  senantiasa memberikan masukan dan bimbingan untuk saya KS sebagai  atasan langsung kita yang bertanggung jawab terhadap semua kewajiban saya. Juga  rekan rekan sejawat yang senior dan yunior tentunya akan memberikan beberapa masukan yang positif dan membangun tempat saya belajar karena saya adalah guru baru dan warga baru tentunya masih belum paham betul  tentang segala sesuatu  di SMP 1 Salam baik murid maupun lingkungan.