Kamis, 25 Juni 2020

Bahagia Menjadi Guru Inti








Alhamdulilah mungkin ini adalah puncak karier dan prestasi  tertinggi yang pernah saya capai. Bermimpipun saya tidak berani untuk mendapaatkan itu. Saya hanya berniat untuk mengikuti PKP saja sebagi peserta. Agar keilmuwan saya bertambah dengan mengikuti diklat tersebut Karena sejatinya saya sadar siapa diri saya. Saya hanya seorang guru di daerah pinggiran, sekolah swasta kecil dengan murid yang jumlahnya relatif sedikit. keilmuan saya juga tidak lineer dengan akademi yang saya bawakan. Meskipun seorang guru tetap yayasan tetapi ijazah saya adalah Ilmu Administrasi Negara.Dengan sadar diri saya tidak berani untuk memetik bintang.
Bagai Pungguk merindukan bulan. Semua yang saya lakukan tidak lain dan tidak bukan hanyalah untuk mendapatkan ridho dan hidayah Alloh semata. Jadi tak mungkin saya untuk menggapai bintang di langit.
Saya betul betul tidak menyangka ketika tiba tiba panggilan untuk menjadi Guru Inti itu datang.Tantangan bagi saya di satu sisi saya bahagia karena mendapatkan kesempatan untuk itu. Di sisi yang lain saya tidak percaya dan tidak yakin dengan kemampuan saya. Posisi saat itu keadaan saya sedang tidak baik tensi saya waktu itu tinggi sekali yakni 170/90  rasanya bumi seperti berputar tidak terkendali sama sekali.
Saya kemudian meminta rekomendasi kepada dr yang biasanya saya berobat yaitu  dr Eko. Saya bertanya apakah dengan kondisi kesehatan saya yang seperti itu saya bisa berangkat untuk mengikuti diklat atau saya harus mundur. Beliau merekomendasikan bahwa saya harus tetap maju, karena ini adalah kesempatan emas.
Maka kemudian saya bersemangat untuk mengikuti pelatihan itu dengan berusaha untuk sembuh secara maksimal. Saya membawa obat seperlunya sesuai kebutuhan saya waktu itu. Saya kemudian berangkat bersama beliau  bu Dra. Anik Munawaroh.Bapak  Siyahman, S. Pd. Beliau beliau ini adalah senior saya. Bu Anik Munawaroh adalah mentor saya ketika diklat K13. Sesuatu yang membahagiakan banget saya bisa satu kamar dengan asesor saya.
Semarang udaranya sangat panas, Dengan kondisi yang tidak sehat saya kesehatannya semakin menganggu, panas rasanya kurang minum sehingga saya sariawan sampai ada 7 tempat. Keadaan ini tentu sangat menganggu makan sulit, tidur tidak enak, hawa panas dan pekerjaan banyak.
Dari awal rasa percaya diri saya sebenarnya sudah mulai menurun. Rata rata teman diklat adalah PNS dari sekolah negeri dan bertitel M. Pd, Sedangkan saya, saya hanya dari sekolah kecil bukan dari PNS waduh, saya hanya selalu berdoa ya Alloh tolong bantu hambaMu ini ya Alloh.Sudah bingung kondisi kesehatan kurang fiit, aduuhhh berat banget.
Hari demi hari saya lalui selama 7 hari dengan berbagai perasaan, pusing, sariawan, fertigo, sakit gigi dan bingung. Tapi saya hanya diam saja. Kupasrahkan semua ini hanya pada Alloh semata, Ketika teman teman sibuk mengerjakan tugas di rumah saya paksakan, dan saya tenangkan untuk tidur dengan harapan kesehatan saya lekas membaik dan tidak terjadi sesuatu dengan saya agar tidak menimbulkan masalah, sehingga bisa pulang dengan selamat.
Alhamdulilah semua pekerjaan saya bisa saya selesaikan dengan baik. Dosen saya saya waktu itu sangat sangat menyenangkan namanya Pak Sahrin dan Pak Dema. Ketika peer teaching saya mendapat sambutan yang luar biasa dari teman teman saya, bahkan teman teman dari kelas lainpun ikut mengapresiasi saya, alhamdulilah sekali dengan pertolongan Alloh semua bisa berjalan dengan lancar. Pos tes juga bisa saya lakukan denga baik alhamdulilah saya juga mendapatkan nilai gemilang yaitu A predikat Sangat Baik. Alhamdulilah ya Alloh atas karuniaMu, saya bisa lulus dengan predikat A meski saya hanya bergelar S. Sos





Minggu, 29 April 2018

                                                          Untuk Kakakku Tercinta



Mengenang kepergian kakakku Sudarwiyani binti Murwandi.Peristiwa itu tanggal 23 Maret 2018. Merupakan hari yang tidak bisa kami lupakan. Jelas terlihat bagaimana sosok orang yang kami jaga betul,  Kami usahakan kesembuhannya untuk berobat ke sana ke mari .... Akhirnya Kau Panggil jua ya Alloh.
Sunggh kami sedikitpun tidak pernah membayangkan semua ini terjadi pada kami. Kami rawat, kami jaga kakak kami dengan harapan agar sembuh. Operasi sudah dua kali kami ikuti,  apa saran dokter, selalu kami ikuti, yang minum ramuan ini minum ramuan itulah, dari mulai daun sirsak, kulit buah manggis, buah bit, keladi tikus, daun keningkir. semua sudah kami lakukan agar kakakku sembuh.
semua kakak minum meskipun pahit, meskipun getir kakakku minum dengan semangat dengan tujuan agar sembuh.
Menjalani kemo bukanlah sesuatu yang mudah rambut rontok kuku hitam, badan mual semua telah dilalui oleh kakakku, sayang sekali pun aku belum pernah mengantarkan kakakku kemo. Karena aku tidak memungkinkan untuk meninggalkan kewajibanku.
Ditengan semua yang menderaku kakakku harus merasakan himpitan ekonomi yang kadang pas pasan karena memang hanya bersuamikan seorang buruh.
harus juga kadang menerima perlakuan dan perilaku yang tidak menyenangkan atau bahkan menyakitkan.
Sungguh banyak penderitaan dan beban hidup yang kau simpan sehingga alloh pun lebih sayang padamu. Kepergianmu menyisakan luka yang mendalam bagi kami, tak dapat kami ungkapkan dengan kata kata bagaimana kesedihan ini, tak dapat juga kami bayangkan nanti.
Ya alloh ya Tuhanku ampunilah dosa kami, dosa kedua orang tua kami dosa kakak kami, terimalah amal ibadahnya, tempatkanlah ia bersama dengan para suhada. Berilah kami ya Alloh beri kami kekuatan untuk membesarkan amanahmu menjadikan anak anak mbk nani, isna, fajar, aini menjadi anak yang soleh dan solehah, Sementara kamipun juga harus menjadikan 2 anaku ama dan ara agar menjadi anak anak yg solehah
 dapat mengangkat harkat dan martabat bangsa mikul duwur mendem jero. Berilah juga kepada kami umur panjang yang bermanfaaat, kelimpahan dan kemurahan rejeki kesehatan lahir dan batin.
Kutitipkan anak anak kami padaMu ya alloh, agar mereka menjadi anak anak yang soleh dan solehah, menjadi anak yang menjadi panutan dan tuntunan bagi keluarga, saudara, masyarakt nusa dan bangsa. Aamien.

PERLUNYA BERSIKAP SABAR

  • SABAR ADALAH SUATU KATA YANG MUDAH DIUCAPAKAN NAMUN SULIT UNTUK MENJALANINYA.

Setiap orang di muka bumi ini pasti dalam menjalani kehidupan tentu berjalan secara berpasang pasangan. Ada siang ada malam, ada terang ada gelap, ada hujan ada panas, ada pasang ada surut. Semua ada jodoh dan pasangannya masing masing. Siang diberikan oleh Alloh waktu untuk beraktifitas baik untuk menuntut ilmu, mencari penghidupan, mencari nafkah, beramal soleh dan laian- lain. Sedangkan malam digunakan untuk istrahat. Agar kepenatan, capai setelah kita beraktifitas seharian akan hilang dengan kita beristirahat

Rabu, 13 September 2017

BINGUNG MEMILIH JALAN TERBAIK

                                              Bingung Memilih Jalan Yang Terbaik

Kamis, 09 Februari 2017

Bersabar Dalam Segala Hal

Dalam hidup ini tentunya tidak semua yang kita inginkan terlaksana sesuai keinginan kita. Kadang kita menginginkan untuk menggapai sesuatu yang menurut kita itu adalah terbaik bagi kita dan sesuai dengan keinginan dan kebutuhan kita. Kitapun berharap dengan sangat agar sesuatu yang kita inginkan ini dapat terwujud. Namun jangankan harapan itu terkabul atau terlaksana namun justru yang terjadi malah sebaliknya, ujian dan cobaan yang menghampiri kita.
Lalu apakah kita lantas harus marah? Siapa yang akan kita salahkan. Kita berharap sukses untuk anak- anak kita agar mereka menjadi kebanggaan kita agar  dapat menjadi anak yang bisa mikul duwur mendem jero wong tuo. Segala jalan telah kita tempuh untuk menggapai mimpi tersebut.
Namun tidak semudah kita membalikkan telapak tangan karena onak duri menghadang setiap langkah- langkah kita.
Mesti begitu harapan itu harus ada. Besok anak- anakku akan menjadi anak yang membanggakan orang tuanya. Ya Alloh bimbinglah anak- anakku menjadi anak yang solehah yang mampu mengangkat harkat dan derajad orang tuanya.

Rabu, 10 Desember 2014

( Cerpen Pelajar ) Kado Untuk Ibu Guruku

Pagi ini cuaca betul- betul bersahabat  sekali dengan alam. Burung- burung menari dan menyanyi ditemani ranting- ranting yang menyambut dengan mesra. Harmoni alam tampak indah sekali angin berbisik mesra mengantarkan salam hangat dari raja siang. Dan semesta rayapun menyambut dengan suka cita. Tak terkecuali bidadari yang dengan ringan dan bersemangat mulai menyambut pagi dengan semangat membara menuju bangku sekolah. Ya tampak anak-anak yang mulai beranjak remaja sedang bergurau sambil sesekali berlarian diantara segarnya udara pagi itu.

Tet.............Tet...........Tet............Bel berteriak memanggil anak-anak menandakan bahwa jam pelajaran segera dimulai. Anak- anakpun segera  meninggalkan arena permaianan mereka segera membentuk barisan di kelas masing- masing. Demikian juga kelas VIII A. Mereka telah membentuk barisan secara rapi. Sesaat kemudian Ibu Melati sampai di depan kelas. "Assalamualikum Wr Wb. Selamat pagi anak- anak. Sehat semua? Ya silahkan salah satu untuk memimpin do'a. Anak- anakpun segera berdoa. "Anak- anak siapa yang hari ini tidak masuk? Tanya bu Melati kepada murid- murid. "Toni bu" ,jawab Rendi."Kenapa Toni tidak masuk? Apakah dia sakit?, tanya bu Melati."Bukan dia yang sakit tapi kakanya yang sakit dan Toni harus menjaga kakaknya di RSU". jawab Raihan. "O ya kalau gitu sekarang kita lanjutkan pelajaran kita hari ini melanjutkan tentang biografi tokoh."Sampai di mana anak- anak?",Tanya bu Melati sambil membuka laptop yang dari tadi sudah diletakan di atas meja."Sampai biografi dari Ki Hajar Dewantara", Ika menjawab sambil mengacungkan jarinya."Oke selanjutnya kita melihat keistimewaan dari Ki Hajar Dewantara", Terang bu Melati. Bu Melati kemudian menerangkan panjang lebar mengenai Ki Hajar Dewantara. Anak- anak mendengarkan dengan seksama. Namun tiba- tiba dari baris belakang tiba- tiba ada bunyi praak. "Hai apa Itu? Kenapa ribut- ribut di belakang?", Tanya bu Melat." Ini Bu dari tadi Doni dan Rangga melempari saya dan Sinta dengan kertas terus Bu. Kami kan menjadi terganggu dan tidak konsentrasi dalam belajar bu", Jawab Ika lirih. "Ya kalau gitu kalian di depan biar yang bersebelahan dengan Doni dan Rangga Rendi saja yang ketua kelas. "Baik pelajaran kita lanjutkan kembali". Tet............... bel berteriak satu kali menandakan bahwa saatnya untuk ganti pelajaran. Setelah mengemasi laptop kemudian bu Melati memberi salam kepada anak- anak dan segera berlalu untuk menuju ke kelas yang lain.kemudian bu Melati beranjak meninggalkan kelas.

Bu Melati baru saja sampai di depan kantor sudah disambut oleh Bapak Kepala Sekolah, "Bu ini ada undangan dari MKKS untuk meneindak lanjuti tentang agenda kegiatan kemarin yaitu mengenai software raport. Biar acaranya sinkron dengan yang kemarin, karena ini juga merupakan tindak lanjut yang kemarin alangkah baiknya bila bu Melati saja yang berangkat mewakili sekolah ini" Jelas pak kepala sekolah. "Tapi gimana Pak saya hari ini jadwal mengajar saya penuh itu Pak", jawab bu Melati. "Udah anak-anak diberi tugas saja biar nanti dihandle oleh bu Sari, karena undangan ini juga penting sebagai media dalam menyusun raport di KUR 13 untuk kelas VII dan VIII", jawab bapak kepala sekolah. "Oya kalau begitu saya permisi dulu mau memberi tugas untuk kelas VIII dulu" jawab bu Melati sambil membawa buku pelajaran.

Baru saja bu Melati keluar dari kantor tiba- tiba dilihatnya siswa kelas VIII  yang baru saja dia tinggalkan ternyata anak- anaknya sudah berkerumun di Luar. Hati bu melati bagai tersayat- sayat sembilu dan teriris- iris perih, sakit tiada terkira dia langsung berlari dan berteriak." Doni  !!!!!!!!!!! Rendi !!!!!!!!!!!!. Apa yang kalian lakukan ? Kenapa ini terjadi? Sudah hentikan semua ini! Doni ayo berhenti!!!!!!!!!!! Rendi ayo Istifar! Istifar Ren kamu jangan kalap." Isakan bu Melati tidak lagi terbendung melihat anak-anaknya yaitu Doni dan Rendi berkelahi. Sontak semua guru yang ada di kelas dan guru yang ada di kantor berhamburan ke luar menuju tempat kerumunan anak-anak. Dengan tubuh gemetaran bu melati menarik Rendi dan merangkulnya menjauh dari kerumunan anak- anak. Sementara bu Sari membawa Doni kembali ke ruang kelas. 

"Ren kamu istifar, jangan kamu turuti emosimu ingatlah bahwa hal itu tidak baik. Kalau ada masalah nanti bisa diselesaikan dengan cara yang lebih baik" Kata bu Melati sambil membersihkan dengan air di sekujur  tubuh Rendi yang penuh dengan debu dan juga tanah yang becek akibat perkelahian tadi. Hatinya semakin sedih manakala dilihatnya tangan Rendi masih mengepal menandakan kalau setan masih bersemayam di hati Rendi. Segala cara, bujuk rayu dan nasihat iya ungkapakan agar kemarahan Rendi bisa mereda dan harapanya agar situasi bisa kembali seperti sebelumya yang selalu damai.
Murid - murid yang lain hanya terbengong- benggong melihat kejadian ini tanpa tahu harus bersikap bagaimana. Sejenak situasi sekolah menjadi ribut namun tiada beberpa lama situai mulai dapat dikendalikan. Masing masing siswa sudah masuk ke kelasnya masing- masing , situasi sudah berjalan seperti biasanya.
Kemudian bu Melati menghampiri Doni, " Don Ibu akan ke rumahmu hari ini. Ibu akan menyampaikan pada orang tuamu tentang kejadian ini. " Jangan bu Doni takut kalau sampai orang tuaku mengetahui kejadian ini. Nanti pasti orang tua saya terutama bapak akan memarahi saya habis habisan" Jawab Doni ketakutan."Ingat Doni kenakalan kamu bukan hanya ini saja. Banyak catatan buruk dari guru BK dan wali kelasmu tentang kenakalanmu. Tentang berapa kali kamu membolos, berapa kali kamu tidak mengerjakan tugas dan tidak mengikuti pelajaran. Dengar Doni, dengan atau tanpa kamu Ibu pasti akan ke rumahmu.Bagaimana? mau ikut atau tidak.

Setelah itu bu Melati berlalu meniggalkan kelas VIII dan mengadakan rapat dengan guru- guru juga dengan kepala Sekolah.Bagi mereka persoalan ini terlalu menyulitkan dan menyita perhatian yang serius, sebagai sekolah swasta yang kecil dengan murid yang hanya sedikit tentu kabar adanya perkelahian akan segera menyebar ke mana- mana   dan itu akan mencemari nama sekolah ini di mata masyarakat terutama dengan kaitanya jumlah peserta didik yang akan datang. Mereka khawatir situasi ini akan berlanjut ke perkelahian di luar sekolah. Mengingat usia mereka masih remaja denga kondisi yang masih labil sehingga mereka hanya mengedepankan ego saja tanpa mau koreksi diri sendiri. Di sela -sela rapat di kantor tiba- tiba ada yang mengetuk pintu."Assalamungalikum Pak, Bu, boleh kami masuk?"Tanya Doni dan Rendi serempak. "Boleh mari silahkan duduk." jawab bu Melati sambil menyodorkan kursi kepada Doni dan Rendi. "Begini bu kami berdua mau meminta maaf kepada semua bapak dan ibu guru di sini. Kami khilaf kami salah. Apapun hukuman yang akan bapak ibu berikan kami akan terima sebagai penebus kesalahan kami."Kata Doni sedang Rendi hanya menunduk saja. Kepala sekolah dan semua guru yang ada di kantor memandangi wajah kedua anak itu. Mereka menjadi terharu melihat kejujuran dan kepolosan anak-anak tersebut." ya sudah kami maafkan tapi lain kali jangan di ulangi lagi ya. Bapak ibu itu ndak akan meminta apa- apa dari kalian. Cukup bila kalian ini menjadi anak soleh dan solehah bisa menjaga nama baik sekolah menjaga martabat sekolah berakhlak karimah itu menjadi kado yang terindah untuk bapak dan ibu guru

Selasa, 25 November 2014

Bagaimana Mengatasi Masalah Dengan Bijak


Sebagai orang tua, baik itu orang tua di rumah, orang tua di Sekolah dalam hal ini adalah Guru, juga sebagai orang tua bagi bawahan yang sering kita sebut dengan pimpinan/ atasan. Tentunya sudah banyak makan asam garam kehidupan. Pahit ataupun manis yang harus kita telan tentunya sudah merupakan rangkaian kehidupan yang harus kita jalani. Bila kita suatu saat merasakan manis kehidupan kita akan mudah terlena sehingga pahit yang akan kita terima tentu kita sulit untuk menerima  bahkan kalai  bisa kita buang begitu saja. Di sisi lain bila kita merasakan begitu pahit dan getirnya kenyataan yang harus kita jalani  tentu kita sering berputus asa. kita merasa hidup ini tidak adil. Namun kita tidak boleh berputus asa suatu saat kita akan memetik manis buah dari kerja keras kita.
Di sini saya akan berbagi cerita tentang suka dan duka saya sebagai guru karena hari ini adalah hari guru. Guru sebagai pahlawan tanpa tanda jasa tentu memiliki suatu kebanggaan tersendiri bagi mereka yang mengabdikan hidupnya untuk memajukan pendidikan putra putri Indonesia. Bukan tanpa halangan kita melangkah. Bila kita berhasil tentunya pujian akan mengalir dari siapa saja. Namun ketika kita menghadapi permasalahan tentang peserta didik tentu cemoohan orang akan menampar dan menciderai semua guru di Indonesia. Ketika anak didik kita melakukan suat kesalahan baik yang sengaja ataupun karena kelalaian mereka maka yang paling pertama dan utama dijadikan kambing hitam adalah guru. Oleh karena itu kita perlu menyikapi dan mengatasi segala permasalahan yang ada itu dengan sikap bijak dan dengan kepala dingin. Jangan sampai dalam mengatasi permasalahan kita membuat berat sebelah ada satu pihak yang merasa diuntungkan namun ada pihak juga yang merasa dirugikan. 
Oleh karena itu kita perlu menghadapi segala pertikaian tersebut dengan mengedepankan fakta yang ada, dengan logika yang masuk akal serta hati nurani yang jernih. Berilah suatu solusi yang menguntungkan semua pihak ada manffaat yang harus bisa diambil dari setiap pertikaian ada sisi terbaik yang bisa kita ambil dari suatu pelajaran berharga. Segala duka dan derita yang kita teima tentu akan terasa ringan bila kita bisa menyikapinya dengan cara - cara yang dewasa tanpa mengedepankan emosi kita. Pertikaan bisa kita hindari bila kita mampu mengendalikan ego kita.
Ketika ada anak atau teman, atau bawahan yang bertikai jadilah kita sebagai air yang bisa menyejukan, menentramkan dan jangan kita justru malah menjadi api yang membakar bumi dengan segala isinya.  Sehingga musnahlah dunia seisinya.
Mari kita hiasi bumi pertiwi dengan warna- warni ceria senyum dan tawa anak- anak negeri, dengan prestasi yang mampu mengharumkan nama Indonesia. Dengan mencetak kader anak yang soleh dan solehah dengan mencetak generasi islami dan qurani serta dengan mencetak kader putra bangsa yang berdedikasi tinggi, berakhlak mulia dan berjiwa patriotisme. Akhirnya kata terakhir SELAMAT HARI GURU